the lost memory 10


Chapter 10
High scholl of music
Ya mungkin di antara kami berlima rata-rata memang bukan anak orang mampu, tapi karena berkah tuhan kami semua bisa bertemu dan berkumpul menjadi satu di sebuah sekolahn elit di kota kami. Banyak pengalaman-pengalaman yang kami lakukan bersama khususnya aku, hendrik, dan dalbert. Kami pernah iseng-iseng membuat lagu dan merekamnya dengan niko dan Emanuel. Bahkan kami membuat band dengan nama “AFTER SAINT”, dengan masuknya doni adik kelas kami waktu itu kami pernah mengikuti festival band pelajar meskipun tidak menang setidaknya kami mendapat pengalaman yang tidak terlupakan.
Band kami bubar karena ada ketidak cocokan antar personil, aku dan niko memutuskan untuk keluar dan bergabung dengan teman-teman yang lain kami membentuk “99 d’grees” dengan tambahan personil Ary , Farid & Fahmi untuk mengisi posisi gitar dan Drum. Eman, dan doni masih aktif dalam AFTER SAINT, tapi dalbert masih netral dia tidak mau menetap pada satu grup saja, maklumlah dia khan anaknya serba bisa.
Ada pengalaman yang menarik ketika sekolah kami mengadakan acara peringatan ulang tahunnya. Ada audisi yang dilakukan di sebuah studio kecil di pinggir kota. Aku dan niko yang saat itu sudah tergabung dalam 99d’grees ikut audisi kami membawakan lagu-lagu yang bisa dibilang gaul saat itu. Kami merasa yakin bisa lolos audisi akrena anak-anak lain kebanyakan mereka membawakan lagu-lagu grup band local saja. Keesokan harinya pengumuman hasil audisi dipasang di madding nama band kami tidak ada. aku kecewa sekali kenapa kami tidak bisa lolos audisi.
Pada saat pementasan dilapangan sekolah aku hanya diam saja, masih berpikir kenapa kami tidak bisa lolos, satu persatu band-band teman-teman yang lain sudah perform, bahakan AFTER SAINT juga ikut lolos audisi. Pada saat acara penutupan semua gurur-guru yang waktu itu jadi panitia audisi menampilkan perform mereka, ternyata inilah alasannya mengapa kami tidak bisa lolos karena ternyata guru-guru kami penggemar dangdut.
Dari pengalaman tersebut aku kadang tertawa sendiri, “ tahu gitu aku bawain aja lagu campursari paling langsung lolos urutan pertama”, gumamku dalam hati. Tapi aku senenarnya bangga bisa bersekolah ditempat ini apalagi mempunyai teman-teman yang menarik. Bahkan bisa dibilang kami satu kelas adalah seniman semua.
Teman-teman sekelas yang eksis mengekspresikan jiwa seni mereka sangat banyak seperti ‘
  1. Hendy pratama putra dipanggil tomat, dia ini teman yang menarik anaknya ramah dan dia satu-satunya musisi yang sampai saat ini masih eksis bermain music ( sesnse of waiting, the lost namae, etc.).
  2. A.R david, ini salah satu teman akrab karena kami memilik banyak kesamaan dari lingkungan keluarga, kelebihan david adalah suara vokalnya yang besar dan mendayu-dayu jadi yang mendengar kadang bisa ikut terlena karena suaranya.
  3. Eka listianto, teman dekat yang sampai saat ini masih kupunya ya dia adalah teman yang menginspirasi, dengan gayanya yang dingin membuat banyak orang terpukau ketika dia memainkan BASSnya.
  4. Andrew S.P, teman yang saat ini ada dan ikut membantu penulisan cerita ini, dia juga pemain BASS dengan dukungan wajah yang rupawan temanku yang satu ini bisa membuat para cewek-cewewk nempel terus.
  5. Dadang , maaf aku lupa nama panjangnya. Temanku ini sangat ahli dalam bidang karawitan dan bidang-bidang lainnya. Aku pernah bekerja sama menyelesaikan suatu proyej menghasilkan uang yang lumayan juga untuk sekedar beli rokok. Tapi itu 2 tahun setelah kami lulus.
  6. Dimas atau samid, temanku ini yang paling keren karena dia satu-satunya temanku yang bisa scream, selain itu dia juga terkenal sebagai atlit skateboard yang sudah diakui di tingkat nasional.
  7. E , ( maaf Cuma inisial ) bisa di bilang cewk bertubuh mungil ini mewakili semua kaum cewek dalam kemampuannya dalam menari kontenporer dikelas kami. Dia termasuk tim tari sekolah yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
Sedangkan aku, he…he mungkin teman-teman sendirilah yang dapat menilai kemampuanku, karena dari dulu aku merasa tida pyunya kemampuan apa-apa dibanding teman-teman yang lain. Saat ini mungkin kami masih ada yang masih berkomunikasi tapi banyak yang telah hilang, tapi hanya satu yang tetap membuat kami tak terpisahkan yaitu pengalaman sehidup semati di SMAK DIPONEGORO.
Thank’ guys…………………………………………

Tidak ada komentar:

Posting Komentar