Petualangan 3 detektif



PERAMPOKAN DI HARI ITU!

Gerimis hari ini berlangsung sangat lama, membuatku harus memesan kopi lagi untuk menghangatkan badan. Kopi jahe mungkin bias sedikit menghangatkan dari dalam. Teman-teman masih asyk memainkan kartu mereka di meja pojok dekat jendela. Sambil sekali-kali mereka bersiul untuk menggoda cewek-cewek yang pulang ke kos mereka dekat warung kopi ini. Itulah kegiatan kami anak-anak luar kota yang mencari ilmu di kota yang terkenal dengan julukan kota pendidikan ini. Tapi kenyataannya kami hanya bermalas-malasan sambil menghabiskan uang orang tua kami dengan cara seperti ini setiap hari, duduk ngopi di warung kopi dekat pasar. Warung ini memang tidak besar tapi sangat ramai karena posisinya terletak sangat strategis di pinggir jalan di belakang kantor polisi yang sudah using. Dengan harga yang terjangkau untuk kantong-kantong mahasiswa luar kota.
Banyak tempat kos cewek di sekitar warung ini, yang mungkin membuat kami para cowok-cowok selalu betah di warung kopi kecil ini. Mendapat pemandangan gratis mungkin memang tujuan utama dari kami para kaum hawa. “ ini mas kopinya “, tiba-tiba pelayan itu membuyarkan lamunanku yang dari tadi sedikit demi sedikit menghabiskan rokok yang ku pegang. “ oyi mas..makasih “, sahutku sambil sedikit tersenyum. Ciri khas orang jawa memang selalu begitu tersenyum hanya sebagai batas rasa terimakasih tanpa harus di ungapkan dengan kata-kata.
Kuhirup kopi yang masih panas ini sambil memandangi temanku bernama Gangge yang dari tadi serius sekali membuat gambar pada sebatang rokok dengan menggunakan ampas kopi hitam yang sudah mengental. Dia anak Lombok nusa tenggara barat ,tapi bias berbahasa jawa lebih fasih dari temenku yang bernama Rumekso yang asli dari derah Nganjuk. Kulihat dari tadi Rumekso sedang memandangi kartunya yang kelihatannya belum bias diandalkan untuk dapat menang permainan itu. Kami berteman memang belum lama msih beberap tahun saja, tapi persahabatan kami terjalin karena kami satu nasib anak-anak perantauan.
Drrrrt drrrtt…hp ku bergetar menandakan ada pesan masuk. Kubaca sms itu ternyata dari temanku Sugeng, “ bro gawat ! aku bias pinjem uang ke kamu nggak??? Nih kamar kos ku baru di bobol maling hamper semua kamar yang di bobol oleh maling..duitku ilang semua. Kamu dimana skg???”. Langsung aku balas smsnya memberitahukan posisiku sekarang.
5 menit kemudian Sugeng datang dengan nafas tersengal-sengal mendatangi ku.Sugeng adalah teman satu kampus tapi beda angkatan, tubuhnya sedikit pendek dengan potongan rambut yang cekak khas potongan tentara. ‘” duduk dulu ayo cerita yang jelas, bentar ku panggil teman-teman..he kalian sini dulu temanku butuh bantuan “, lagsung saja Rumekso dan Gangge menghampiri meja tempatku duduk. “ ayo Geng ceritakan apa yang terjadi..???”, pintaku pada temanku yang kelihatan masih menahan capeknya. “ begini tadi pagi aku kekampus jam 7.00, kamar-kamar lain masih sepi belum ada yang bangun mungkin juga ada yang sudah berangkat kekampus masing-masing “, cerita antok sambil sedikit menghisap rokok ditangannya. “ lalu ??”, Tanya gangge. “ jam 9 aku pulang tapi keadaan masih sama seperti biasanya nggak ada yang berubah sedikitpun, mungkin hanya anak ibu kos mbak Ida yang sedang menyapu halaman saja. Lalu aku langsung keluar lagi untuk beli makan, maklum tadi pagi belum sarapan aku. Nha.. setelah aku pulang dari beli makan aku kaget kok banyak anak-anak kos laen berkerumun sambil teriak-teriak kamarnya kerampokan. Ya udah aku langsung periksa ke kamarku dan ternyata benar kamarku sudah di obrak abrik berantakan uangku juga sudah ludes diambil oleh maling itu ”, lanjut antok. “ baiklah kalau begitu ayo kita semua ke kos mu….”, kataku pada teman-teman.
Jam 3 sore aku dan kawan-kawan masih memeriksa bagian-bagian kos-kosan yang terletak di pinggir perumahan ini. Hanya ada 3 orang ditempat kejadian, mereka adalah doni ( 23 tahun, mahasiswa ), andre ( 20 tahun, pegawai swasta ), aminah ( 35 tahun, pemilik kos ). Gangge dan rumekso masih menanyai mereka bertiga, sedangkan aku sendiri masih mengamat-amati halaman depan dan belakang tempat ini. Ada beberapa hal yang sangta ganjil bagiku menurut pengamatanku kalau memang pencuri itu masuk dari pintu depan pasti Sugeng bisa melihatnya karena dia sedang membeli makanan di warung belakang kos ini. Kalau lewat pintu depan itupun sangat kecil kemungkinannya karena jarang ada pencuri berani lewat pitu depan kecuali kalau memang dia pencuri yang benar-benar nekat atau memang pencuri profesional, tunggu dulu atau mungkin pencuri ini adalah orang dalam, bisa juga.
Kalau memang orang dalam bagaimana aku bisa membuktikan teoriku, baiklah mungkin aku harus menunggu hasil dari teman-teman yang sedang menanyai ke tiga orang itu. “ bagaimana hasilnya?“, tanyaku pada gangge. “ hmm mungkin hanya sedikit keterangan yang bisa di jadikan petunjuk “,jawab gangge sambil menunjukkan secarik kertas yang berisi coretan jelek ciri khasnya. “ baiklah ayo kita pelajari alibi mereka ‘, kataku.
Gangge kemudian mulai menganalisis keterangan tiga orang itu., yang pertama adalah ibu kos dia bilang pagi ini menyapu sekeliling tempat ini, menjemur beberapa pakaian, dan membuang sampah daun-daun kering di belakang kos-kosan dilakukan sekitar jam 8.00. Dan selanjutnya doni, dia bilang pagi ini pulang pagi katanya baru dari kos temannya nonton bola dia pulang sekitar jam 7.30. dan yang terakhir adalah andre pagi ini dia tidur dan bangun pukul 8.30 karena mendengar suara-suara ribut diluar tapi dia tidur lagi dan terbangun saat sugeng berteriak-teriak ada maling di tempat ini.
Rumekso datang membisikkan sesuatu padaku yang membuatku kaget ternyata teoriku yang terakhir bisa benar-benar terbukti. “ baiklah panggil polisi kesini kami sudah mengetahui siapa pencurinya ‘, kataku pada ibu kos yang dari tadi memperhatikan kami. “ ba baik mas “, jawab ibu aminah sedikit kaget mendengar teriakanku.
*******
Polisi datang tapi hanya 2 orang mereka memperkenalkan diri, yang tinggi besar itu briptu morris dan yang badannya sedikit kerempeng itu adalah kapten agus.setelah memperkenalkan diri aku meminta mereka untuk memeriksa sidik jari masing-masing dari keempat orang ini termasuk sugeng. Lalu aku menanyai doni ,“ kamu semalam nonton pertandingan milan lawan newcastle ya..??, “ iya milan menang akhirnya hehe aku menang sedikit taruhan dari temanku “, jawab doni cengegesan. ‘oke makasih ya ‘, jawabku sambil tersenyum. “ eh mas tadi pagi mas itu dengar suara apa..???”, “ ya ribut-ribut gitu tapi langsung tenang lagi aku ya tidur lagi sampai aku terbangun lagi ada yang teriak-teriak kemalingan gitu”, kata andre sambil menggaruk-garuk pantatnya. Lalu aku menanyai ibu kos “ emm ibuk tadi bangun jam berapa buk? “, “jam 6 pagi mas ”, jawab bu aminah.
“baiklah pak saya rasa pelakunya bias bapak tangkap sekarang “, kataku pada kdua polisi itu. “ siapa yang harus kami tangkap ?”, kata kapten agus. “ dia..!! “, kataku menunjuk kepada pemilik kos ini yang tidak lain adalah ibu Aminah. “ lho kenapa saya ? saya tidak melakukan apa-apa kok pak polisi “, jawab ibu kos itu sambil terbata-bata. “ iya kenapa ibu aminah yang jadi tersangka mas ? “, Tanya briptu morris kepadaku. “ baiklah ini ada beberapa teori yang menyatakan bahwa ibu itu yang melakukan pencurian dengan modus perampokan “,kataku sambil menyalakan sebatang rokok. ‘ pertama ibu ini menyapu, mencuci, dan mmbuang sampah di belakang kos, iya khan buk? “, tanyaku sambil tersenyum. “ I iya mas tapi memangnya apa yang salah dengan hal itu ? “, jawabnya lagi. “ baiklah akan ku tunjukkan pertama ibu menyapu sampai sekitar jam 8 pagi tapi tidak mendengar apa-apa, berarti ubu memang pura-pura tidk dengar atau memang ibu benar-benar tuli, ke dua ibu mengatakan kalau membuang sampah tepat di belakang kos tapi kenyataannya tidak ada bekas sampah yang di buang disitu, karena di belakang kos ini ada warung yang tidak mungkin dijadikan tempat pembuangan sampah iya khan buk..?”, tanyaku lagi sambil tersenyum. ‘ tapi buktinya mana mas ?”, kata kapten agus.
“ buktinya ada pada tangan ibu itu sendiri “, tanganku menunjuk kea rah tangan ibu kos yang sedang memegan sapu itu dari tadi. “ sapu itu di jadikan alat untuk mencongkel pintu dan mengambil beberapa uang milik sugeng, dan silahkan bapak melihat di kamar ibu kos ini pasti akan menemukan barang yang ibu ini curi “. Kataku.
Beberapa jam kemudian polisi itu menangkap ibu kos itu dan menemukan barang-barang curian berdasarkan informasi dari kami bertiga. Sekarang sugeng telah pindah kos ke tempat yang lebih nyaman dan yang paling lucu dari kejadian ini karena sebenarnya alas an ibu kos itu mencuri karena sugeng telat membayar kos setengah bulan.

***
Beberapa bulan kemudian saat aku di warung kopi sambil membaca Koran, aku terkejut karena ada berita tentang ibu kos itu yang dinyatakan bebas karena menurut pemeriksaan ibu itu telah di hipnotis oleh seseorang dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan. Menurut hasil pemeriksaan kepolisian orang yang menghipnotis masih muda mungkin sekitar 24 tahunan, badannya kerempeng tapi bias mempengaruhi orang yang dekat dengannya.
GAWAT………………..!!!!!

Sekian


Tidak ada komentar:

Posting Komentar