Fenomena Seks Bebas Mahasiswa Kota Malang

Kota Malang adalah : sebuah kota di Provinsi Jawa Timur Indonesia. Kota ini berada di dataran tinggi cukup sejuk terletak pada 90 km sebelah selatan kota Surabaya dan wilayahnya di kelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di utara timur dan di kenal dengan julukan kota pelajar.

Seperti halnya kebanyakan kota –kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang tumbuh dan berkembang setelah hadirnya pemerintah colonial Hindia Belanda fasilitas umum di rencanakan sedemikian rupa agar, memenuhi kebutuhan keluarga belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya Ijen Boullevard dan kawasan sekitarnya. Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga asal Belanda dan bangsa Eropa lainya, sementara penduduk Pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai. Kawasan perumahan itu sekarang bagai monumen yang menyimpan misteri dan seringkali mengundang keluarga Belanda yang pernah bermukim disana untuk bernostalgia.

Malang juga dikenal sebagai kota pendidikan, karena memiliki sejumlah perguruan tinggi ternama. Perguruan tinggi negeri termasuk Universitas Brawijaya, Universitas Negeri Malang (IKIP Malang), Universitas Islam Negeri Malang, Akademi Penyuluh Pertanian/Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Malang (APP/STPP), Politeknik Negeri Malang (POLTEKMA), Politeknik Kesehatan Malang, serta terdapat cabang Sekolah Tinggi Akuntansi Negeri (STAN). Beberapa perguruan tinggi swasta terkemuka diantaranya Universitas Muhamadiyah Malang (UNMUH), Universitas Merdeka (UNMER) Malang, Universitas Gajayana (UNIGA) Malang, Universita Islam Malang (UNISMA), Universitas Kanjuruhan (UNIKAN) Malang, Universitas Wisnu Werdana (UWISWERDANA) Malang, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Malang Kuceswara, Universitas Widyagama (UNWIDYA) Malang, Universitas Tri Buana Tungga Dewi (UNITRI) Malang, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Malang, Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Malang, dan lain sebagainya. Sebagai kota pendidikan, banyak mahasiswa berasal dari luar yang kemudian menetap di Malang, terutama dari luar Indonesia Timur seperti Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua. Selain Perguruan Tinggi, ada beberapa sekolah menengah swasta yang cukup dikenal ditanah air, seperti SMUK Kolese Santo Yusur, SMUK Santa Maria dan SMAK st Albertus (SMA Dempo.


Dengan banyaknya jumlah PTN maupun PTS di kota Malang, maka sudah barang tentu jumlah mahasiswa yang menuntut ilmu di kota dingin ini pun semakin meningkat, dan dikaitkan dengan perkembangan sosial budaya maupun teknologi informasi pada masa sekarang ini, sudah barang tentu wajah kota Malang sangat berbeda dalam segala hal, apalagi dalam sisi pergaulan remaja dan mahasiswa.






Pendidikan dan latar belakang keluarga merupakan benteng pertama yang cukup ampuh untuk mencegah agar mahasiswa tidak mudah terjerumus dalam bergaulan bebas. Apalagi pengaruh negatif tidak hanya datang dari lingkungan pergaulan mahasiswa yang salah tetapi dari berbagai tontonan yang dilihatnya di internet.








Pergeseran budaya yang terjadi di Kota Malang ternyata membawa efek negatif yang cukup besar. Beberapa mahasiswa yang ditemui Surya di kos-kosan mengaku terbiasa melakukan seks bebas mengaku terinspirasi melakukannya dengan sang pacar karena terlalu sering melihat adegan mesum.

Adegan mesum itu biasa dinikmatinya di tepi jalan yang agak gelap yang hampir bisa didapati dengan mudah di berbagai wilayah di Kota Malang. “Waktu SMA saya tidak pernah pacaran karena aturan dari orangtua ketat sekali. Tetapi setelah sampai di Malang, saya jadi ingin memiliki pacar,” ungkap Ronald, mahasiswa PTN di Kota Malang.

Keinginan Ronald untuk mencari teman spesial bukan untuk mencari pasangan hidup, tetapi lebih dominan atas dorongan nafsu. Adegan mesra pasangan yang sengaja duduk di Alun-alun Tugu maupun Alun-alun Kota Malang membuat imajinasi Ronald semakin melayang. “Awalnya saya hanya ingin gandeng pacar saya seperti yang banyak dilakukan mereka. Tapi lama-kelamaan ada keinginan lain yang sulit untuk ditolak,” bebernya.

Berawal dari sering melihat aksi mesra inilah, Ronald mulai menelusuri berbagai situs porno yang ada di internet. Menjamurnya internet murah di sekitar kos-kosannya membuatnya semakin ketagihan berpetualang di dunia maya. Berkat layanan chatting di internet juga Ronald berkenalan dengan Putri (bukan nama sebenarnya-red), mahasiswa PTS di Malang yang juga ingin mencari sensasi seks yang berbeda. “Sehari setelah copy darat, saya dan Putri memutuskan untuk menginap bareng di sebuah Villa di Kota Batu,” akunya.










Hingga saat ini Ronald mengaku sudah menjalin hubungan “serius” dengan empat mahasiswi, dua di antaranya pernah melakukan aborsi karena Ronal terlalu sering minta “jatah” sampai lupa jadwal subur pacarnya.

Fenomena ini menurut pakar hukum Islam, Prof Kasuwi Saiban, sangat mencengangkan, terlebih banyak mahasiswi yang terlanjur hamil memilih untuk melakukan aborsi. Dalam hukum Islam ganjarannya akan berlipat ganda, dimana mahasiswa yang berzina seharusnya harus dirajam di depan umum agar jera. “Bukan hanya itu saja, aborsi dengan umur kandungan berapapun tetap perbuatan dosa dan dianggap melakukan pembunuhan. Karena dengan sengaja menghilangkan kesempatan hidup bayi yang ada di dalam kandungannya,” jelasnya.

Ditegaskan, solusi yang tepat untuk kasus ini, di antaranya, membekali anak dengan ajaran agama yang kuat sejak dini sehingga saat jauh dari keluarga mereka tetap bisa berjalan dijalur yang benar. Memilih teman bergaul yang baik juga akan menjaga mahasiswa tetap menjalankan kewajibannya menuntut ilmu. “Jika mereka sudah punya pegangan agama yang kuat maka seks bebas akan bisa dikurangi,” paparnya.

Banyaknya mahasiswa yang suka tinggal bersama pacarnya tanpa ikatan pernikahan membuat sejumlah pengamat pendidikan menjadi miris. Peranan lingkungan keluarga serta RT dan RW tempat mereka kos diharapkan bisa menjadi senjata untuk mencengah semakin mewabahnya virus moral di lingkungan mahasiswa ini.

“Pemerintah daerah harus turun tangan, kalau bisa Perda tentang Pemondokan yang sudah ada ditinjau jangan hanya mengupas tentang pungutannya saja tetapi juga moral mahasiswa yang tinggal di dalamnya,” ungkap Sunarjo SH MHum, Pembantu Dekan bidang kemahasiswaan Fakultas Hukum Unmer.







Dengan fenomena aktivitas pergaulan yang semakin terbuka bahkan hingga menjurus ke seks bebas, maka bisa kita pikirkan bersama bagaimana wajah kota Malang pada masa yang akan datang ??.....


Setujukah anda dengan kecenderungan ini, atau anda mempunyai pikiran lain yang cerdas dan membangun.... Mari bersama kita diskusikan...

4 komentar:

Nur mengatakan...
saya kira ada beberapa sebab kenapa fenomena ini terjadi,,,
Dari sisi Individu
1.Sebagian besar remaja menyatakan melakukan seks bebas karena dia dan sang pacar sering melihat adegan mesum
2.Pengaruh teman yg bergaya hidup bebas
3.Keluarga yang kurang memperhatikan
4.Sekali mencoba, remaja ketagihan seks bebas
5.Kurangnya pemahaman agama bahwa zina adalah dosa yg sangat besar
6. PERGESERAN BUDAYA/ gaya hidup menjadi liberal liberal--


Dari sisi masyarakat/ Negara
- Masyarakat cuek jika ada kemaksiatan zina
- Zina bukan criminal di Indonesia

solusi yg saya tawarkan
1.Hendaknya remaja diberikan kesadaran tentang hubungan dia dengan pencipta Allah SWT. Bahwa dia adalah makhluq Alloh yg dianugerahi nikmat besar berupa syari'ah iSLAM yang mengatur pergaulan Islam. Sehingga dia akan takut melakukan maksiat yg kecil apalagi zina yang itu merupakan dosa besar

2. Di dalam Islam ,,seperti yg dinyatakan Prof. Kasuwi memilki sistem sanksi terkait zina yakni dicambuk bagi yg lajang dan dirajam bagi yg sudah menikah. Yang hukuman tersebut selain menimbulkan efek jera yang dasyat bagi org2 sekitarnya juga akan menghapus dosa pelakuknya jika ia bertaubat

mari kembali ke Islam..selamatkan generasi muda kita :)
tuning car mengatakan...
harus dilakukan penyuluhan tentang berbahayanya seks bebas itu sendiri
diamonds-collections mengatakan...
great blog so informative
hot news mengatakan...
diluar itu semua, perlu diperhatikan bahwa : tidak semua mahasiswa seperti itu, walau sebagian besar mahasiswa malang seperti itu.

hal seperti itu memang sudah menjadi fenomena yang agak sulit ditekan.

kalo kita perhatikan, hal itu seperti lingkaran setan.

pemerintah butuh pajak dari villa > Pemilik villa batu butuh uang > mahasiswa butuh tempat mesum > pemerintah butuh mahasiswa
dst..

kalau lingkaran itu di hapus satu, maka banyak orang yang mengalami kerugian, dalam hal ini seperti saling menguntungkan.

jika memang menurut anda hal seperti ini salah, maka, jangan pernah anggap tabu sesuatu tentang SEX. Karena remaja tidak bisa menerima kata "Tidak boleh"

bukankah lebih baik mereka diberi pencerahan tentang SEX, Sex sehat, sex yang baik, dengan tidak fanatik bahkan hanya mengatakan "tidak boleh" tanpa ada alasan yg bisa diterima.

usia remaja seperti itu, sedang lancar2nya otak, mereka siap mempertentangkan apapun. Apa lagi tentang SEX, tentang keyakinan pun mereka mungkin berani (atheis, agnostic, agama, dll)

so, saatnya kita saling terbuka.

1 komentar:

  1. Sudah di FOLLOW, silakan FOLBACK ya :)

    Nice post, materi artikel yang bagus. Meskipun blog bukan media massa seperti halnya koran, tapi materi yang disampaiakan dalam blog tetap berpengaruh pada kualitas sebuah blog. Tulisan dengan materi yang baik dan memadai akan lebih mudah diterima saat disertai dengan gaya penulisan yang lugas dan santai. Once again, nice post.


    http://spesialisdesainrumah.blogspot.com, +6281.23.2626.994

    BalasHapus